Jrebeng Kidul Festival Semarakkan HUT RI ke-81, Budaya dan Kreativitas Warga Tampil Memukau

oleh -56 Dilihat
oleh

PROBOlLINGGO | SUARA KPK NEWS – Jrebeng Kidul Festival menjadi salah satu kegiatan yang mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kota Probolinggo. Kegiatan yang mengedepankan seni, budaya dan kreativitas masyarakat tersebut berlangsung meriah di Lapangan Pasar Sapi, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Minggu (23/8/2026) pagi.

 

Jrebeng Kidul Festival diprakarsai Pokmas Karang Emas Kelurahan Jrebeng Kidul. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk merayakan momentum kemerdekaan sekaligus menampilkan berbagai potensi yang tumbuh di lingkungan kelurahan.

 

Mengusung tema “Bersama Jrebeng Kidul, Lestarikan Budaya, Wujudkan Probolinggo Bersolek”, festival berlangsung dengan suasana penuh semangat. Masyarakat dari berbagai lingkungan tampak antusias mengikuti maupun menyaksikan rangkaian acara.

 

Jrebeng Kidul Festival juga mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dinilai mampu menggerakkan partisipasi masyarakat melalui seni dan budaya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M., Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Muhammad Abas, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan, S.STP., M.M., serta Sekretaris Camat Wonoasih Muhammad Avicinna Dipayana, S.SOS., M.S.A.

 

Turut hadir para lurah se-Kecamatan Wonoasih, Ketua PKK se-Kecamatan Wonoasih, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Kidul, Babinsa Jrebeng Kidul, Ketua LPM, LKK, Pokmas serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.

 

Rangkaian Jrebeng Kidul Festival diawali dengan peninjauan stan bazar UMKM oleh Aries Santoso. Bersama rombongan, ia melihat langsung berbagai produk yang ditampilkan masyarakat.

 

Bazar UMKM menjadi bagian dari festival yang memperlihatkan potensi ekonomi masyarakat. Keberadaan stan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.

 

Setelah peninjauan bazar, rangkaian acara dilanjutkan dengan tarian penyambutan. Penampilan tersebut diiringi musical drumband yang membuat suasana Lapangan Pasar Sapi semakin meriah.

 

Setelah sambutan, Aries Santoso bersama Kepala Dispopar, Camat Wonoasih, Lurah Jrebeng Kidul dan tamu undangan melepas puluhan burung merpati. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya Jrebeng Kidul Festival.

 

Dari titik start di Pasar Sapi Jrebeng Kidul, peserta kemudian bergerak menuju finish di depan rumah Ketua RW 01 Jrebeng Kidul. Sepanjang perjalanan, masyarakat disuguhi beragam atraksi yang telah dipersiapkan peserta.

 

Alunan musik dug-dug Kalimosodo terdengar sepanjang jalur parade. Suasana semakin ramai dengan hadirnya parade sound system yang mengiringi perjalanan peserta.

 

Selain musik, atraksi seni kolosal turut menjadi bagian utama Jrebeng Kidul Festival. Peserta menampilkan berbagai kreativitas melalui kostum, gerakan dan konsep pertunjukan yang menarik perhatian warga.

 

Masyarakat terlihat antusias menyaksikan parade dari sepanjang jalur. Kehadiran warga membuat suasana festival semakin hidup dan menunjukkan tingginya dukungan terhadap kegiatan yang digelar di lingkungan mereka.

 

Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M., mengapresiasi pelaksanaan Jrebeng Kidul Festival. Ia memberikan penghargaan kepada Pokmas Karang Emas dan masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.

 

“Saya sangat mengapresiasi Pokmas Karang Emas Kelurahan Jrebeng Kidul atas terselenggaranya Jrebeng Kidul Festival dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81,” ujar Aries.

 

Menurut Aries, Jrebeng Kidul Festival memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi agenda rutin. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan potensi masyarakat.

 

“Festival ini bisa menjadi agenda rutin minimal satu tahun sekali. Kalau memungkinkan, saya berharap bisa dikembangkan sampai empat kali dalam setahun,” katanya.

 

Aries mengatakan, pelaksanaan secara rutin dapat menjadi sarana untuk mengembangkan budaya, UMKM serta potensi lokal yang ada di Kelurahan Jrebeng Kidul.

 

“Kita bisa mengembangkan potensi budaya, UMKM dan potensi lokal. Semua itu harus diberikan ruang agar masyarakat semakin kreatif dan mampu menunjukkan kemampuan yang mereka miliki,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, kreativitas masyarakat perlu mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan maupun kecamatan agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

 

“Kreativitas masyarakat harus selalu bersinergi dengan pemerintahan, baik tingkat kelurahan maupun kecamatan. Dengan sinergi yang baik, kegiatan ini bisa terus dikembangkan,” tutur Aries.

 

Aries meyakini masih banyak potensi masyarakat yang belum tergali. Karena itu, pemerintah harus terus mencari dan memberikan ruang agar potensi tersebut dapat muncul dan berkembang.

 

“Kami yakin masyarakat mempunyai potensi-potensi yang tersembunyi. Pemerintah harus menggali potensi itu melalui kegiatan budaya maupun produk lokal UMKM yang ada di Jrebeng Kidul,” tambahnya.

 

Sementara itu, Lurah Jrebeng Kidul Muhammad Gozhali, S.H., M.M., mengatakan Jrebeng Kidul Festival merupakan kegiatan Pemerintah Kelurahan Jrebeng Kidul melalui Pokmas Karang Emas dalam rangka menyambut HUT RI ke-81.

 

Gozhali menyebut animo masyarakat terhadap festival sangat tinggi. Keterlibatan warga terlihat dari partisipasi unsur RT, RW hingga pemuda di lingkungan Kelurahan Jrebeng Kidul.

 

“Animo masyarakat sangat tinggi. Mulai dari RT, RW hingga pemuda ikut terlibat dalam kegiatan ini. Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat,” kata Gozhali.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan Jrebeng Kidul Festival didukung sumber dana dari Dana Kelurahan (Dakel) Tahun 2026 serta partisipasi masyarakat Jrebeng Kidul.

 

Menurut Gozhali, kolaborasi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan kegiatan. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus terjaga pada pelaksanaan festival berikutnya.

 

“Semoga ke depan pelaksanaan festival semakin antusias dan lebih meriah lagi di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

 

Dalam Jrebeng Kidul Festival, penampilan peserta juga mendapatkan penilaian dari juri. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan.

 

Aspek yang dinilai meliputi kreativitas, kostum, penampilan hingga kekompakan. Penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi terhadap peserta yang telah menampilkan kreativitas terbaik.

 

Juri yang dipercaya dalam Jrebeng Kidul Festival adalah Muhammad Avicinna Dipayana dari Kantor Kecamatan Wonoasih. Ia melakukan penilaian terhadap penampilan peserta selama rangkaian atraksi berlangsung.

 

Kemeriahan Jrebeng Kidul Festival menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menjadikan momentum HUT RI sebagai ruang untuk berkarya. Seni, budaya, UMKM dan kreativitas warga dapat dipadukan dalam satu kegiatan yang melibatkan berbagai unsur.

 

Jrebeng Kidul Festival juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat. Semangat gotong royong yang terlihat dalam pelaksanaan kegiatan diharapkan terus berkembang dan menjadi kekuatan dalam mengembangkan potensi wilayah.

 

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Jrebeng Kidul Festival diharapkan dapat terus hadir sebagai agenda yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelestarian budaya, pengembangan UMKM serta kemajuan potensi lokal Kelurahan Jrebeng Kidul. (Syll)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *