Gresik. Suara KPK news.com// Ketegangan sosial kembali meningkat di pesisir dusun tapakerbau desa gersik putih kecamatan gapura kabupaten sumenep. minggu (5/4).puluhan warga setempat melakukan aksi konfrontasi langsung dengan menceburkan diri ke laut guna menghadang ekskavator yang hendak melakukan aktivitas pengerukan pasir.
Aksi merupakan puncak dari penolakan warga terhadap rencana reklamasi sempadan pantai yang diproyeksikan untuk pembangunan tambak garam oleh pihak investor.
Warga menilai bahwa alih fungsi lahan sempadan pantai tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan namun juga berpotensi mematikan mata pencaharian nelayan tradisional serta merusak benteng alami pesisir dari abrasi.
Ahmad shiddiq ketua rt 01 rw 01 dusun tapakerbau menyampaikan bahwa kehadiran ekskavator dilakukan secara mendadak tanpa koordinasi yang transparan dengan masyarakat.
Kami menolak keras upaya reklamasi. Ekosistem pesisir menjadi ruang hidup warga. Masuknya alat berat tanpa persetujuan kami merupakan bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat lokal. ujar shiddiq.
Menurut rekaman video yang beredar.terlihat warga berdiri di sekitar ponton ekskavator menuntut penghentian operasional.Mereka juga mempertanyakan kelengkapan izin lingkungan serta legalitas pengerjaan proyek di zona yang mereka anggap sebagai kawasan lindung pantai.
Konflik Gersik putih merupakan isu lama yang kembali memanas.mariyanto biro tuban suara kpk news menilai bahwa fenomena mencerminkan ada gap antara ambisi industrialisasi daerah dengan perlindungan hak atas ruang kelola rakyat.
Biro tuban suara kpk news.bapak mariyanto. mendesak pemerintah jabupaten sumenep untuk segera turun sebagai mediator dan mengevaluasi kembali izin prinsip proyek.
Tanpa ada pendekatan yang persuasif dan berbasis keadilan.ekologis dikhawatirkan eskalasi konflik desa gersik putih akan terus berulang.mengingat masyarakat telah berkomitmen untuk terus menjaga wilayah pesisir mereka dari intervensi korporasi yang dinilai merugikan.
Penulis : mariyanto
Editor : Red
Post Views: 19
