Makanan MBG Dikembalikan Sekolah Karena Tak Layak, Penanganan SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo Dipertanyakan

oleh -33 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO | SUARA KPK NEWS – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanigaran 4 Kota Probolinggo menjadi sorotan, setelah adanya makanan yang dikembalikan oleh pihak sekolah karena dinilai tidak layak dikonsumsi.

 

Informasi tersebut mencuat setelah adanya pengaduan terkait asupan MBG yang diterima sejumlah siswa. Dua sekolah yang disebut terkait persoalan tersebut adalah SMA Negeri 2 Kota Probolinggo dan SMP Negeri 10 Kota Probolinggo.

 

Pihak SMA Negeri 2 Kota Probolinggo membenarkan bahwa beberapa hari sebelumnya terdapat asupan MBG yang sebelum dibagikan kepada siswa terlebih dahulu diperiksa dan dicicipi oleh pihak sekolah sebagai bentuk kehati-hatian.

 

Penanggung jawab MBG SMA Negeri 2 Kota Probolinggo berinisial TH mengatakan, makanan tersebut dinilai tidak layak setelah dicicipi bersama guru lainnya.

 

“Memang benar beberapa hari yang lalu. Waktu itu sebelum diberikan kepada murid, saya cicipi dulu lauknya. Ternyata tidak layak. Jadi semua guru juga mencicipi dan sama, mereka bilang tidak layak. Makanya dikembalikan,” ujar TH.

Menurut pihak sekolah, makanan yang dinilai tidak layak tersebut tidak diberikan kepada siswa dan langsung dikembalikan sebagai langkah antisipasi demi keamanan peserta didik.

 

Persoalan ini kemudian menjadi perhatian karena program MBG menyangkut pemenuhan gizi siswa, sehingga kualitas, keamanan, dan kelayakan makanan menjadi hal yang sangat penting.

 

Selain soal kelayakan, muncul pertanyaan mengenai penanganan makanan yang telah dikembalikan tersebut. Setelah dikembalikan, makanan itu dibawa ke mana dan bagaimana proses penanganannya? Apakah diperiksa kembali, dimusnahkan, atau ditangani sesuai prosedur yang berlaku?

 

Untuk mendapatkan informasi berimbang, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo, termasuk pihak berinisial IA. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Awak media disebut tidak diperbolehkan masuk untuk menemui pihak yang hendak dikonfirmasi.

 

Akibatnya, kronologi lengkap belum diperoleh, mulai dari kondisi makanan sebelum dikirim, proses distribusinya hingga diterima sekolah, serta apa yang dilakukan setelah makanan dikembalikan.

 

Padahal, penjelasan dari pihak SPPG sangat diperlukan untuk mengetahui duduk persoalan secara utuh, termasuk mekanisme pengawasan dan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo belum memberikan keterangan resmi terkait makanan MBG yang dikembalikan tersebut maupun penanganan setelahnya.

 

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak SPPG Kanigaran 4 maupun pihak terkait lainnya agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lengkap dan berimbang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *