Setelah Lima Hari diNyatakan Hilang, Evakuasi Perahu Tenggelam Penyelam Di Probolinggo Ditemukan Meninggal Di Perairan Paiton

oleh -38 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO | SUARA KPK NEWS – Setelah lima hari pencarian intensif, seorang penyelam tradisional berinisial I (58), warga Kota Probolinggo, yang hilang di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Desa Binor, Kecamatan Paiton, pada Senin (5/10/2026).

 

Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat membantu mengevakuasi perahu nelayan yang tenggelam di perairan Kalibuntu.

 

Sejak kejadian tersebut, Satpolairud Polres Probolinggo bersama tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir perairan, pemantauan visual, penyelaman, hingga penebaran jaring.

Memasuki hari kelima, sekitar pukul 11.30 WIB, tim SAR mendapatkan informasi dari seorang pemancing yang melihat sesosok tubuh mengenakan pakaian penyelam mengapung di perairan Desa Binor. Mendapat laporan itu, personel Satpolairud Polres Probolinggo bersama tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi.

 

Sekitar pukul 12.00 WIB, korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi. Jenazah kemudian dibawa menuju Dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk pemeriksaan dan identifikasi.

 

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.

“Sejak awal kejadian, Polri bersama seluruh unsur SAR telah melakukan pencarian secara maksimal. Kami bersyukur korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujar AKBP Asmida.

 

Kapolres juga mengapresiasi sinergi dan kepedulian semua pihak selama proses pencarian hingga evakuasi.

 

“Terima kasih kepada seluruh personel SAR, relawan dan masyarakat yang telah membantu. Sinergi dan kepedulian semua pihak sangat berarti dalam penanganan kejadian ini,” tambahnya.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga telah menerima kondisi tersebut dan menyatakan tidak menghendaki visum maupun autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Di akhir keterangannya, AKBP Asmida mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan penyelam yang beraktivitas di laut, untuk selalu mengutamakan keselamatan.

 

“Gunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, perhatikan cuaca dan kondisi gelombang. Jangan memaksakan diri beraktivitas jika kondisi laut tidak memungkinkan,” tegasnya.

 

Polres Probolinggo memastikan seluruh rangkaian penanganan, mulai dari pencarian, evakuasi, pemeriksaan hingga penyerahan jenazah kepada keluarga, telah dilakukan sesuai prosedur.

(Syla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *