Penguatan Layanan Kegawatdaruratan, Pemkot Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

oleh -22 Dilihat
PROBOLINGGO, Suara KPK news com//
Kota Probolinggo terus memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan terpadu melalui dukungan terhadap layanan PSC 112. Upaya ini diwujudkan dengan penyelenggaraan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP oleh Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut dibuka pada Jumat (10/4) di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Rey Suwigtyo. Turut hadir Ketua IDI Kota Probolinggo dr. Trinandika Ardhana, Ketua PPNI Kota Probolinggo Nursamsu, Kepala Satpol PP, serta para camat se-Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB dr. Intan Sudarmadi menjelaskan bahwa pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar, sekaligus memperkuat kemampuan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan medis secara cepat dan tepat.
“Menjadi sarana membangun koordinasi dan sinergi yang efektif antara tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP, guna menghadirkan respons darurat yang terpadu dan optimal,” ujarnya.
Sebanyak 64 peserta mengikuti pelatihan ini yang terdiri dari tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP. Mereka mendapatkan materi dari narasumber dan instruktur kompeten di bidang kegawatdaruratan medis dan Bantuan Hidup Dasar yang berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Probolinggo.
Sementara, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal utama dalam menyelamatkan nyawa. “Bantuan hidup dasar adalah pertolongan pertama yang sangat menentukan sebelum penanganan lanjutan dilakukan. Tanpa tindakan awal yang tepat, kondisi darurat bisa berujung fatal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental petugas dalam menghadapi situasi darurat serta kecepatan respons dalam memberikan tindakan yang sesuai. “Jangan sampai ada kebingungan saat menghadapi kondisi yang tidak terduga. Semua harus dilakukan dengan ilmu dan prosedur yang benar agar tidak memperparah keadaan,” imbuhnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyiapkan mobil Siap Aksi Langsung Digas (SIGAS) yang akan standby di Gedung Meteor. Kendaraan multiguna ini dirancang untuk mendukung penanganan darurat, mulai dari evakuasi pasien, korban bencana, hingga pengangkutan jenazah.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan simulasi penanganan kasus kegawatdaruratan. Wali Kota Aminuddin turut meninjau langsung jalannya simulasi, di mana para peserta dilatih memastikan keamanan situasi serta melakukan tindakan medis sesuai prosedur keselamatan yang benar.
Rizky (35), pengemudi ambulans peserta pelatihan, mengaku kegiatan Bantuan Hidup Dasar ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan dirinya saat menghadapi kondisi darurat. “Kami jadi lebih paham langkah pertolongan pertama yang cepat dan tepat, tidak lagi bingung saat situasi genting,” ujarnya.
Ia menilai materi dan simulasi yang diberikan sangat relevan dengan tugas di lapangan, serta berharap pelatihan serupa terus dilakukan agar petugas semakin siap dan sigap dalam menyelamatkan nyawa.
Penulis : Syl
Editor    : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *