LAMONGAN , SUARA KPK NEWS — Dalam rangka memperkuat literasi keselamatan dan membangun ketangguhan masyarakat sejak usia dini, Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Lamongan menggelar pelatihan berenang dan pertolongan di air. Kegiatan edukatif ini diikuti 80 santri putra dan putri dari Pondok Pesantren Modern Al Manar Sedayulawas, Kamis (16/7), di Kolam Renang Malindo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Agenda dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur. Pelatihan dilaksanakan bersama personel Satpolairud Polres Lamongan dan personel Satpolair BKO Polda Jawa Timur.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis. Para santri dibekali keterampilan dasar berenang sebagai pondasi ketahanan fisik di air. Materi dilanjutkan dengan teknik evakuasi korban tenggelam hingga prosedur pertolongan pertama pasca insiden di perairan.

Dalam sesi simulasi, peserta dilatih menerapkan metode penyelamatan berjenjang sesuai standar keselamatan. Prinsipnya dimulai dari area aman dengan menjangkau korban menggunakan alat bantu.
Tahapan yang diajarkan meliputi:
1. *Reach*: Menjangkau korban dari tempat aman dengan tongkat atau alat bantu.
2. *Throw*: Melempar alat apung kepada korban yang berada di luar jangkauan.
3. *Row*: Menggunakan perahu untuk mendekati korban dan memangkas jarak.
4. *Go*: Masuk langsung ke air dengan membawa alat bantu apung, jika akses kendaraan air tidak tersedia. Teknik ini hanya dilakukan oleh personel yang memiliki kualifikasi khusus, terutama untuk mengevakuasi korban yang tidak sadar atau panik.
Penguasaan metode berjenjang bertujuan agar calon penolong dapat menilai risiko dengan cepat sebelum bertindak.

Kapolres Lamongan melalui Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Hamzaid, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah preventif yang multidimensional.
“Institusi kepolisian memandang penting menanamkan kesadaran keselamatan di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Dengan membekali pengetahuan taktis tentang teknik berenang dan penyelamatan di air sejak dini, kita sedang berinvestasi membentuk generasi yang siap menghadapi situasi darurat,” ujar IPDA Hamzaid.
Ia menambahkan, targetnya para santri tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga memiliki kompetensi dasar untuk menjadi penolong pertama di lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan edukatif yang komprehensif, Satpolairud Polres Lamongan berharap dapat menumbuhkan budaya keselamatan di perairan di tengah masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan angka fatalitas akibat kecelakaan air dan memperkuat manajemen risiko bencana di wilayah hukum Polres Lamongan. (Red)







