Sidoarjo – Suara KPK News.com// Situasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, semakin memanas. Salah satu warga bernama Topan mengaku mendapat intimidasi usai melakukan pembongkaran dugaan praktik money politik yang diduga terjadi dalam tahapan Pilkades.
Menurut keterangan yang dihimpun, Topan dipanggil oleh Tasmanto, sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh masyarakat di Desa Bareng Krajan. Namun hingga kini, posisi dan kedudukan resmi Tasmanto dalam struktur pemerintahan desa disebut belum jelas.
Dalam pertemuan tersebut, Topan mengaku mendapat tekanan dan ancaman akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur. Ancaman itu diduga berkaitan dengan langkah Topan yang sebelumnya membongkar dugaan praktik politik uang menjelang pelaksanaan Pilkades di Desa Bareng Krajan.
Topan menyampaikan bahwa dirinya hanya ingin pesta demokrasi di tingkat desa berjalan jujur, adil, dan bersih tanpa adanya dugaan praktik bagi-bagi uang kepada masyarakat untuk mempengaruhi pilihan politik warga.
“Kalau memang tidak ada pelanggaran, kenapa harus ada intimidasi kepada warga yang menyampaikan dugaan tersebut,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, panitia Pilkades, pihak kecamatan, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo dapat turun tangan melakukan pengawasan agar pelaksanaan Pilkades berlangsung aman, damai, dan transparan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tasmanto terkait tudingan intimidasi tersebut.
Penulis: Red





