Karhutla Bromo Meluas ke 176 Hektare, BPBD Probolinggo Kerahkan Drone dan Helikopter untuk Pemadaman

oleh -12 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO | SUARA KPK NEWS – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan secara terpadu. Penanganan diperkuat dengan dukungan tambahan armada udara dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mempercepat pengendalian kebakaran.

Menurut Oemar, medan di kawasan Bromo yang didominasi lereng curam dan tebing menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan. Karena itu, strategi pemadaman dilakukan secara kombinatif, mulai dari pemadaman manual, penggunaan drone water sprayer, hingga operasi water bombing menggunakan helikopter.

“Setiap metode pemadaman memiliki fungsi masing-masing. Untuk titik api yang masih dapat dijangkau dilakukan pemadaman manual, sedangkan lokasi yang sulit diakses dibantu dengan drone dan helikopter,” ujar Oemar saat mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kawasan Bromo, Jumat (7/8/2026).

Oemar menjelaskan, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi terus melakukan koordinasi dan pemantauan lapangan secara intensif. Strategi yang diterapkan akan selalu menyesuaikan perkembangan titik api, kondisi cuaca, arah angin, serta aspek keselamatan petugas.

Proses pengendalian tidak hanya berfokus pada pemadaman api di permukaan. Tahap pendinginan juga menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Pendinginan sangat penting karena bara api yang masih tersisa bisa kembali menyala ketika tertiup angin atau mengenai vegetasi yang kering. Karena itu pemantauan akan terus dilakukan meskipun api mulai terkendali,” katanya.

Berdasarkan laporan petugas, hingga Jumat siang luas area yang terdampak karhutla di kawasan TNBTS mencapai sekitar 176 hektare. Sejumlah titik api masih terpantau, sehingga operasi pemadaman dan pendinginan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Oemar menegaskan, BPBD Kabupaten Probolinggo bersama seluruh unsur terkait akan tetap siaga hingga kondisi benar-benar terkendali. Ia menyebut keberhasilan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor serta dukungan teknologi yang mampu menjangkau medan ekstrem di kawasan Bromo.

“Strategi penanganan akan terus disesuaikan dengan situasi di lapangan. Yang terpenting adalah memastikan api tidak kembali meluas dan seluruh proses berjalan dengan aman bagi petugas maupun masyarakat,” pungkasnya. (Syl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *