PROBOLINGGO , BERITA MADAS — Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan pembangunan daerah harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh elemen. Pernyataan itu disampaikan dalam forum “Ngopi Bareng” bersama awak media, Rabu malam 5 Agustus 2026.
Turut hadir Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan, Kadis Kominfo Dr. Lucia Aries Yulianti, seluruh kepala OPD, camat, dan perwakilan media.
“Kami ingin seluruh proses pembangunan dapat diketahui masyarakat. Pemerintah harus membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak karena pembangunan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Aminuddin.
Ia memaparkan sejumlah program prioritas. Di bidang digital, Probolinggo sudah bebas blank spot dan akan menambah 30 super corridor internet akhir tahun ini. Pemkot juga menargetkan 300 CCTV terintegrasi Command Center untuk keamanan dan pelayanan.
Sektor infrastruktur ditargetkan bebas jalan rusak berat pada akhir 2026. Sementara Jalan Cokroaminoto akan terus ditata menjadi ikon baru kota seperti Malioboro.
Untuk pariwisata, Pemkot menyiapkan agenda besar: 5 juta lampu tematik di BJBR, Festival Mangga Nasional, dan pengembangan destinasi wisata baru. Di bidang investasi, kawasan Pilang akan kedatangan investor luar negeri dengan proyeksi penyerapan 4.000 tenaga kerja, mayoritas dari warga lokal.
Kadis Kominfo Dr. Lucia Aries Yulianti juga mendorong media mendukung aplikasi “Bersolek”. “Semakin banyak masyarakat memakai layanan digital, pelayanan akan semakin optimal. Target kami 90 persen,” ucapnya.
Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari menambahkan, saat ini pemda menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan tuntutan peningkatan PAD. Karena itu dukungan media untuk menyampaikan kebijakan kepada publik sangat dibutuhkan.
Dalam sesi tanya jawab, M. Suhri dari F Wamipro menyampaikan dua aspirasi: menghidupkan kembali media gathering dan mempercepat pembayaran kemitraan media.
Aminuddin merespons bahwa efisiensi dari pemerintah pusat berdampak pada program daerah. Namun komunikasi dengan pers akan terus dijaga melalui forum seperti “Ngopi Bareng”.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif. Pemkot berharap masukan dari media menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang terbuka, responsif, dan berpihak pada masyarakat. (Syll)







