LAMONGAN , SUARA KPK NEWS – Dalam rangka mempercepat pembangunan daerah berbasis integrasi wilayah, Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan Pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa ke-129 Kabupaten Lamongan. Forum strategis ini berlangsung di Gedung Pemda Lantai 3 Kabupaten Lamongan dan menjadi ruang untuk menyatukan persepsi serta menguatkan komitmen lintas sektor.
Secara taktis, seluruh kluster program akan dipusatkan di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Tujuannya agar pelaksanaan berjalan presisi dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, H. Moh. Nalikan, menyampaikan apresiasi atas komitmen TNI. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi aktif agar dampak program dapat berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh warga.
Letkol Deni Suryo Anggo Digdo menjelaskan bahwa TMMD ke-129 akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026. Operasi terpadu ini akan mengerahkan sedikitnya 301 personel TNI yang bersinergi dengan 52 komponen masyarakat di lokasi sasaran.

Pelaksanaan program dibagi ke dalam dua pilar pembangunan yang komprehensif. Pilar pertama mencakup infrastruktur konektivitas pokok, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat, sasaran tambahan, hingga target over prestasi. Pilar kedua fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembinaan masyarakat, edukasi publik, dan pelayanan sosial yang integratif.
Selain aspek fisik dan non-fisik, Dandim 0812/Lamongan juga menegaskan misi strategis untuk mengangkat nama baik Kabupaten Lamongan di tingkat nasional melalui optimalisasi publisitas. “Kami menargetkan agar Kodim 0812 bersama Kabupaten Lamongan mampu meraih prestasi terbaik dalam Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-129. Baik untuk kategori Dansatgas, Media Online, Media Cetak, maupun Media Sosial,” ujar Dandim.

Rakor ini juga menjadi inkubator gagasan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Hj. Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, mendorong agenda sosial yang menyentuh kebutuhan dasar dan penguatan ekonomi mikro. PKK mengusulkan kegiatan khitanan massal bagi anak-anak di wilayah sasaran. Selain itu, PKK menginisiasi pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pelatihan UMKM pembuatan tempe dan budidaya ikan lele.
Program pemberdayaan ekonomi ini dirancang menghasilkan panen budidaya dan produksi pangan komunitas. Hasilnya diproyeksikan menjadi pemasok bahan baku lokal untuk mendukung program nasional Dapur Makan Bergizi Gratis di wilayah sekitar. Dengan pendekatan sirkular ini, TMMD tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga membangun kemandirian pangan dan gizi berbasis komunitas. (Red)







