Relawan Keltana Dibekali Pengetahuan Kebencanaan dan Pengelolaan Lingkungan dalam Jambore FPRB

oleh -21 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO | SUARA KPK NEWS – Peningkatan kapasitas relawan menjadi salah satu agenda utama Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo yang digelar di kawasan Pantai Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 250 peserta dari Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di 29 kelurahan serta berbagai unsur pentahelix. Para peserta mendapatkan pembekalan untuk memperkuat pemahaman mengenai penanggulangan bencana dan peran relawan di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Jambore FPRB, Syaifudin Zuhri, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan mencakup peran relawan dalam penanggulangan bencana, pengelolaan lingkungan, serta kontribusi akademisi dalam mendukung upaya kebencanaan.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan, dan kerja sama dalam mengurangi risiko bencana.

Relawan Keltana memiliki posisi strategis karena berada di tingkat kelurahan. Dengan mengenali kondisi wilayah masing-masing, relawan diharapkan mampu membantu menyampaikan informasi kebencanaan, meningkatkan kesadaran warga, serta mendukung langkah antisipasi sesuai potensi ancaman di lingkungannya.

Selain memperoleh materi, peserta juga menyaksikan simulasi penyelamatan di perairan atau *water rescue* yang diperagakan oleh tim PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI).

Simulasi tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi antara tim penyelamat dan petugas medis dalam menangani korban keadaan darurat. Praktik itu menjadi pelengkap pembekalan agar peserta mendapatkan gambaran mengenai penerapan prosedur keselamatan di lapangan.

Syaifudin berharap pengetahuan yang diperoleh selama jambore dapat diterapkan oleh para relawan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberikan manfaat bagi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Jambore FPRB juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam memperkuat gerakan sadar bencana.

Melalui peningkatan kapasitas dan kerja sama lintas sektor, relawan diharapkan semakin siap mendukung upaya pengurangan risiko bencana sekaligus mendorong masyarakat agar lebih tanggap terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitarnya. (Syl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *