Jambore FPRB Kota Probolinggo Sukses Digelar, Pengurus Optimistis Perkuat Gerakan Relawan Kebencanaan

oleh -18 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO | SUARA KPK NEWS – Rasa lega menyelimuti jajaran pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo setelah pelaksanaan Jambore FPRB di kawasan UPT PPP Mayangan, Jumat (16/10/2026), berjalan lancar. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari unsur relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Kesuksesan kegiatan ini menjadi hasil dari kerja bersama panitia, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung setiap rangkaian acara. Tidak hanya menjadi pertemuan ant relawan, Jambore juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan, membangun komunikasi, dan mempererat hubungan antarpihak dalam penanggulangan bencana.

Ketua Panitia Jambore FPRB Kota Probolinggo, Syaifudin Zuhri, mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai harapan. Persiapan yang dilakukan bersama berbagai unsur akhirnya terwujud dalam kegiatan yang mempertemukan relawan dari 29 kelurahan untuk memperkuat komitmen dalam pengurangan risiko bencana.

Syaifudin menegaskan, keberhasilan Jambore tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari manfaat yang dibawa peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal bagi relawan untuk semakin aktif mengedukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan pentingnya upaya pencegahan bencana.

“Lega rasanya melihat Jambore ini dapat terlaksana dengan baik. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Harapan kami, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan semakin memotivasi relawan untuk menjalankan perannya di tengah masyarakat,” kata Syaifudin.

Dari sisi pelaksanaan apel, Komandan Apel Jambore FPRB, Eko Yudha H.M, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesiapan mental dan kedisiplinan para relawan. Apel juga menegaskan bahwa setiap relawan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekompakan, memahami perannya, serta mampu bekerja sama ketika menghadapi kondisi darurat.

Eko Yudha menyampaikan bahwa semangat yang ditunjukkan peserta selama Jambore perlu dipertahankan setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya ditunjukkan saat mengikuti kegiatan resmi, melainkan harus menjadi bagian dari kebiasaan relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah masing-masing.

“Jambore ini menjadi pengingat bahwa kesiapan relawan harus dibangun melalui disiplin, koordinasi, dan kerja sama. Saya berharap seluruh peserta membawa pulang semangat yang sama untuk terus meningkatkan kemampuan dan siap berkontribusi ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” tutur Eko Yudha.

Ketua FPRB Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko, turut menyambut positif keberhasilan penyelenggaraan Jambore tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini memperlihatkan bahwa upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat, bukan hanya mengandalkan satu lembaga atau kelompok tertentu.

Sugeng berharap momentum Jambore dapat memperkuat posisi relawan Keltana sebagai bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan. Ia juga mendorong agar komunikasi dan sinergi yang telah terjalin selama kegiatan terus dikembangkan menjadi kerja nyata dalam edukasi kebencanaan, mitigasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.

“Keberhasilan Jambore ini menjadi modal bersama untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin relawan semakin solid, koordinasi antarpihak semakin kuat, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana terus meningkat. FPRB akan terus mendorong kolaborasi agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Sugeng.

Suksesnya Jambore FPRB Kota Probolinggo di UPT PPP Mayangan diharapkan tidak berhenti sebagai capaian penyelenggaraan acara semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pijakan untuk memperkuat gerakan relawan, memperluas edukasi kebencanaan, serta membangun masyarakat yang lebih siap, tanggap, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. (Syl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *