Meneguhkan Harmoni Sosial sebagai Pilar Stabilitas Lamongan

oleh -27 Dilihat
oleh

LAMONGAN – Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Lamongan mengambil langkah strategis yang progresif. Melalui inisiasi kemitraan formal dengan Pagar Nusa Kabupaten Lamongan, kedua perguruan silat besar mempertegas komitmennya sebagai pilar pemersatu bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Ketua Cabang PSHT Lamongan M. Supriyono menilai sinergi ini melampaui batas formalitas organisasi. Silaturahmi antar perguruan merupakan langkah preventif fundamental untuk memitigasi potensi konflik yang sering dipicu bias informasi.

 

“Kami memiliki visi yang sama: menginginkan Lamongan tetap damai, aman, dan kondusif. Menjaga seluruh elemen masyarakat tetap dalam bingkai persaudaraan adalah tanggung jawab moral bagi kami,” ujar M. Supriyono, Sabtu (13/6/2026).

 

Untuk memastikan keberlanjutan harmoni, PSHT dan Pagar Nusa menetapkan kerangka operasional terukur:

1. Membangun mekanisme koordinasi sistematis untuk deteksi dini dan mitigasi potensi gangguan ketertiban.

2. Membentuk saluran komunikasi permanen guna memperkuat relasi interpersonal antar anggota hingga tercipta iklim sosial yang stabil.

 

Upaya proaktif ini menjadi krusial menyongsong rangkaian Pengesahan Warga PSHT Cabang Lamongan tahun 2026. M. Supriyono menegaskan pentingnya kolaborasi agar seluruh prosesi berjalan dalam kerangka kedamaian.

 

Ketua Pagar Nusa Kabupaten Lamongan, Mas Fadhori, menegaskan hubungan kedua organisasi berpijak pada ikatan historis dan geografis yang kuat, termasuk kedekatan anggota di lingkungan Pondok Pesantren Thoriqul Ulum. Sebagai bentuk dukungan, Pagar Nusa berkomitmen mengerahkan personel untuk mengawal kelancaran agenda pengesahan PSHT.

 

“Jiwa kami satu. Ikatan batin yang erat mendorong kami bersama-sama menjaga Lamongan. Kami berkomitmen mendukung penuh stabilitas keamanan demi terciptanya kedamaian bagi seluruh masyarakat,” ujar Mas Fadhori.

 

Biro Hukum PSHT Cabang Lamongan juga menyampaikan pentingnya aspek legalitas. Pihaknya siap menempuh jalur hukum tegas terhadap pihak yang berupaya merusak tatanan keamanan di wilayah Lamongan.

 

Dialog dan kolaborasi kedua organisasi tidak hanya berperan sebagai penjaga stabilitas internal. Lebih dari itu, keduanya bertransformasi menjadi pilar penyangga ketenteraman masyarakat yang patut menjadi rujukan dalam merawat kerukunan di tingkat daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *