PROBOLINGGO , SUARA KPK NEWS — Pemerintah Kota Probolinggo menggelar “Ngopi Bareng” bersama awak media sebagai upaya memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi publik. Forum dialog ini berlangsung hangat pada Rabu malam, 5 Agustus 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Hj. Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan, Kepala Dinas Kominfo Dr. Lucia Aries Yulianti, jajaran kepala OPD, seluruh camat, hingga perwakilan media dari berbagai organisasi pers.
Kepala Dinas Kominfo, Dr. Lucia Aries Yulianti, menyebut media adalah mitra strategis pemerintah. Ia mengajak insan pers mendukung transformasi digital melalui aplikasi “Bersolek”.

“Harapan kami seluruh rekan media mengunduh dan membantu menyosialisasikan aplikasi Bersolek. Semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital, pelayanan publik akan semakin optimal. Target kami tingkat penggunaan mencapai 90 persen,” ujar Lucia.
Ia menambahkan, pada 2027 Pemkot akan memperkuat infrastruktur digital sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE.
Wali Kota dr. Aminuddin menegaskan komitmen membangun pemerintahan yang inklusif dan transparan. Menurutnya, pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga butuh dukungan akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, ulama, investor, dan media.
“Kami ingin seluruh proses pembangunan diketahui masyarakat secara terbuka. Pembangunan adalah tanggung jawab bersama,” kata Aminuddin.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota memaparkan sejumlah program prioritas. Kota Probolinggo kini sudah bebas blank spot internet. Akhir 2026 akan ditambah sekitar 30 super corridor agar akses internet cepat merata. Pemkot juga menargetkan pemasangan 300 CCTV yang terintegrasi dengan Command Center untuk keamanan dan pelayanan publik.
Di bidang infrastruktur, seluruh jalan rusak berat ditargetkan selesai akhir 2026. Kawasan Jalan Cokroaminoto akan ditata seperti Malioboro sebagai pusat ekonomi dan wisata.
Sektor pariwisata juga digenjot dengan pemasangan 5 juta lampu tematik di BJBR, Festival Mangga Nasional, dan pengembangan destinasi baru. Sementara di Pilang, direncanakan investasi besar dari investor luar negeri yang diproyeksikan menyerap 4.000 tenaga kerja, sebagian besar dari warga Probolinggo.

Sesi dialog diisi aspirasi dari M. Suhri, Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo sekaligus Radar Indonesia. Ia menyoroti belum adanya media gathering dan keterlambatan pembayaran kemitraan media hingga Agustus 2026.
Menanggapi hal itu, Aminuddin memahami kondisi tersebut. Ia menjelaskan efisiensi anggaran dari pusat berdampak pada program daerah. Meski begitu, komunikasi dengan media tetap diprioritaskan dan “Ngopi Bareng” akan terus digelar.
“Terkait gathering maupun kemitraan media, kami akan cari solusi terbaik sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran. Yang penting komunikasi tetap jalan,” jelasnya.
(Syll).







