Perkuat Sinergitas Lintas Wilayah, SPPG Batuan Libatkan Pemerintah Desa dan PIC dalam Pengawasan Program MBG

oleh -8 Dilihat
oleh

SUMENEP – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah desa, unsur kecamatan, serta Person In Charge (PIC) di setiap titik penerima manfaat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan tertib, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Seiring meningkatnya cakupan penerima manfaat Program MBG, kebutuhan akan koordinasi yang terstruktur dinilai semakin penting. Karena itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batuan terus membangun komunikasi aktif dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.

 

Koordinasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendistribusian makanan, tetapi juga mencakup validasi data penerima manfaat, pemetaan kebutuhan wilayah, pengawasan pelaksanaan program, hingga penanganan berbagai kendala teknis yang mungkin muncul selama proses berlangsung.

 

Pemerintah desa menjadi salah satu unsur yang memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Melalui dukungan perangkat desa, berbagai informasi mengenai penerima manfaat dapat diperoleh secara lebih akurat dan terkini.

 

Sementara itu, pihak kecamatan berfungsi sebagai penghubung yang memperkuat sinergi antarwilayah sehingga pelaksanaan program dapat berjalan selaras dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

 

Di sisi lain, para PIC yang bertugas di lapangan menjadi garda terdepan dalam memantau kondisi riil pelaksanaan Program MBG. Mereka berperan dalam memastikan distribusi makanan berjalan sesuai jadwal sekaligus menjadi sumber informasi bagi SPPG terkait perkembangan program di masing-masing wilayah.

 

Menurut SPPG Batuan, pola kerja kolaboratif tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Setiap laporan dan masukan yang diterima dari desa maupun PIC menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas program secara berkelanjutan.

 

Melalui koordinasi yang intensif, berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan program dapat diidentifikasi lebih awal dan segera ditindaklanjuti.

 

Kepala SPPG Batuan, Kabupaten Sumenep, Matlimin, menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan keterlibatan seluruh elemen yang ada di tingkat wilayah.

 

“Program ini merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, pihak kecamatan, serta para PIC agar setiap tahapan pelaksanaan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal kepada masyarakat,” kata Matlimin saat ditemui usai kegiatan koordinasi, Kamis (11/06/2026) pagi.

 

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi langkah yang efektif untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan respons terhadap berbagai dinamika yang terjadi di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah tidak selalu sama sehingga diperlukan komunikasi yang terbuka antara seluruh pihak yang terlibat.

 

“Dengan adanya koordinasi yang rutin, setiap informasi dari lapangan dapat segera kami tindak lanjuti. Ini penting agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

 

Matlimin menambahkan bahwa keterlibatan pemerintah desa memberikan kontribusi besar dalam menjaga validitas data penerima manfaat sekaligus membantu proses sosialisasi program kepada masyarakat.

 

Sementara dukungan dari pihak kecamatan dinilai mampu memperkuat harmonisasi pelaksanaan program di seluruh wilayah Kecamatan Batuan.

 

Selain membahas aspek teknis distribusi, forum koordinasi yang dilakukan juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan utama Program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

 

SPPG Batuan menilai bahwa komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

 

Karena itu, pola koordinasi yang selama ini berjalan akan terus diperkuat melalui pertemuan berkala, monitoring lapangan, serta mekanisme pelaporan yang terintegrasi.

 

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap asupan makanan bergizi, khususnya bagi kelompok yang menjadi prioritas penerima manfaat.

 

Di Kabupaten Sumenep, program tersebut terus mendapat dukungan dari berbagai pihak karena dinilai memiliki manfaat besar dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

 

Dengan dukungan pemerintah desa, kecamatan, dan PIC yang aktif berkoordinasi, SPPG Batuan optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan semakin efektif, transparan, dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Batuan dan sekitarnya. (Syl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *