Lima Tim Penyelamat Peragakan Evakuasi Korban di Perairan dalam Jambore FPRB Probolinggo

oleh -16 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO | SUARA KPK NEWS – Kemampuan merespons keadaan darurat di kawasan perairan menjadi salah satu materi praktik dalam Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo. Dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (16/10/2026) sore itu, tim PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI) memperagakan simulasi penyelamatan atau *water rescue* di kawasan Wisata Kum-Kum Surya Citra Bahari (SCB).

Simulasi tersebut disaksikan peserta jambore dan tamu undangan setelah rangkaian apel serta seremoni di kawasan Pantai Perikanan Pantai (PPP) Mayangan selesai dilaksanakan.

Dalam skenario latihan, dua wisatawan digambarkan mengalami keadaan darurat saat berenang. Lambaian tangan dari kejauhan menjadi tanda bahwa keduanya membutuhkan pertolongan segera.

Tim penyelamat kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet. Sebanyak lima tim penyelamat dikerahkan untuk memperagakan tahapan pertolongan, mulai dari pendekatan ke lokasi korban hingga proses evakuasi menuju tepi pantai.

Kedua korban selanjutnya dibawa ke daratan dengan penanganan yang dilakukan secara hati-hati. Dalam skenario tersebut, satu korban digambarkan selamat, sedangkan korban lainnya berada dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Petugas medis yang telah bersiaga segera memberikan pertolongan pertama kepada korban. Setelah korban kembali sadar, proses evakuasi dilanjutkan menuju rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Peragaan tersebut menunjukkan bahwa penyelamatan di perairan membutuhkan kesiapan personel, sarana pendukung, ketepatan prosedur, serta koordinasi antara tim penyelamat dan petugas medis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jambore FPRB Kota Probolinggo yang diikuti sekitar 250 peserta dari Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di 29 kelurahan serta unsur pentahelix.

Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh gambaran praktis mengenai tahapan penanganan keadaan darurat di kawasan perairan. Pengetahuan itu diharapkan dapat menambah wawasan relawan mengenai pentingnya respons cepat dan koordinasi dalam kegiatan penyelamatan.

Simulasi *water rescue* juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di kawasan wisata perairan membutuhkan perhatian bersama. Kesiapan petugas, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kemampuan mengenali kondisi darurat merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan. (Syl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *